Komite Audit

 

Dewan Komisaris Perseroan membentuk Komite Audit berdasarkan Peraturan Bapepam-LK No. IX.I.5, Lampiran Surat Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-643/BL/2012 tanggal 7 Desember 2012 mengenai Pembentukan dan Pedoman terhadap Pelaksanaan Tugas Komite Audit, sebagaimana telah diubah oleh POJK No. 55/POJK.04/2015 dikeluarkan pada tanggal 23 Desember 2015 dan diberlakukan pada tanggal 29 Desember 2015 (“POJK No. 55/2015”), dan Peraturan BEI No. I-A, Lampiran Surat Keputusan Direksi BEI No. Kep-00001/BEI/01- 2014 dikeluarkan pada tanggal 20 Januari 2014 yang berlaku efektif per tanggal 30 Januari 2014 mengenai Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat (“Peraturan BEI No. I-A”).

 

Komite Audit dibentuk untuk membantu melaksanakan tugas dan fungsi Dewan Komisaris dalam pengawasannya terhadap manajemen Perseroan. Komite ini bertanggungjawab membentuk sistem pengendalian internal yang memadai, peningkatan kualitas transparansi dan laporan keuangan serta penilaian ruang lingkup, ketelitian, kemandirian dan keobyektifan terhadap audit eksternal. Berdasarkan Piagam Komite Audit yang telah disahkan oleh Dewan Komisaris, Komite Audit Perseroan memiliki 3 (tiga) anggota, yaitu satu anggota bertindak sebagai Ketua, yang juga sekaligus berperan sebagai Komisaris Independen Perseroan.

 

KOMPOSISI KOMITE AUDIT

 

Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perseroan No. CSS.160-2018 tanggal 6 Juli 2018 , susunan Komite Audit Perseroan sebagai berikut:

 

Ketua: Hadi Cahyadi

Anggota:

grey dot   Lim Kwang Tak

grey dot   Liu Raymond

 

Di dalam Surat Keputusan Dewan Komisaris Perseroan No. CSS.160-2018 tanggal 6 Juli 2018 menetapkan bahwa masa jabatan Komite Audit Perseroan yaitu selama 1 (satu) periode terhitung sejak tanggal pengangkatan anggota Komite Audit sampai dengan ditutupnya RUPST untuk tahun buku 2019 yang akan diadakan pada tahun 2020.

 

PROFIL KOMITE AUDIT

 

Hadi - BOC

Hadi Cahyadi

Ketua

 

Beliau menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tahun buku 2017 yang dituangkan dalam Akta Pernyataan Sebagian Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 73 tanggal 28 Mei 2018, dibuat di hadapan Notaris Sriwi Bawana Nawaksari, S.H., M.Kn, Notaris di Kabupaten Tangerang.

 

Beliau adalah pendiri dan Managing Partner Helios Capital, perusahaan Indonesia terkemuka yang fokus pada M&A Advisory. Proyek-proyek M&A terdiri dari divestasi lokal dan lintas batas dan akuisisi perkebunan, produk konsumen, F&B, komoditas, properti, pariwisata dan infrastruktur. Beliau mewakili beberapa transaksi utama M&A lintas batas di Indonesia, termasuk pariwisata, konsumen, properti dan perkebunan. Beliau memiliki pengalaman profesional di kantor akuntan publik internasional, termasuk pelatihan di Melbourne dengan KPMG-Corporate Recovery, Arthur Andersen Jakarta, KPMG Jakarta, Ernst & Young Jakarta, Deloitte Jakarta & PB Taxand Jakarta. Saat ini beliau menjabat sebagai Komisaris Independen PT Lippo Cikarang Tbk dan PT Indonesian Paradise Property Tbk.

 

Beliau merupakan warga negara Indonesia dan per tanggal 31 Desember 2018 berusia 52 tahun. Beliau memperoleh gelar Master di bidang Administrasi Bisnis (MBA) dari University of Houston – Clear Lake, USA dan gelar Master di bidang Hukum Perusahaan (MCL) dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT), Australia. Gelar Sarjana Akuntansi diperoleh dari Universitas Tarumanagara, Indonesia.

KA - Lie

Lim Kwang Tak

Anggota

 

Komite Audit Perseroan pertama kali mengangkat anggota Lim Kwang Tak pada tahun 2014. Beliau memulai karirnya sebagai Konsultan Manajemen di Touche Ross Darmawan & Co. pada tahun 1981 dan kemudian menjadi Konsultan Manajemen di Data Impact dan Business Advisory pada tahun 1983. Sejak itu beliau telah memberikan banyak kontribusi penting baik sebagai Direktur dan/atau Komisaris untuk perusahaan-perusahaan berikut: PT Trimex Sarana Trisula (1991-1999), PT Southern Cross Textile Industry (1991- 2012), PT Chitose Indonesia Manufacturing (1992-2001), PT Trisenta Interior Manufacturing (1992- 2006), PT Nusantara Cemerlang (1997-2005), PT Trisula Corporation Pte. Ltd (2000-2012), PT Trisula Textile Industries (dimana beliau menjadi Komisaris sejak 2005), PT Trisula Garment Manufacturing (2008-2016) dan PT Trisco Apparel Manufacturing (2015-2016). Beliau juga menjabat sebagai Presiden Direktur untuk PT Trisula Insan Tiara (2011-2013) dan PT Trimas Sarana Garment Industry. Beliau juga menjadi Komisaris untuk perusahaan tersebut (sejak 2010), bersama dengan dua perusahaan lainnya, yaitu: PT Mido Indonesia (sejak 2010) dan PT Trisula International Tbk (sejak 2011). Beliau telah menjadi Senior Partner untuk PT Bina Analisindo Semesta sejak 1985, anggota Komite Audit PT Siloam International Hospitals Tbk sejak 2013, Penasihat Senior di PT Paramount Enterprises sejak 2013 dan anggota Dewan Pengawas Yayasan Rumah Sakit Cikini-PGI sejak Mei 2016.

 

Beliau adalah warga negara Indonesia dan berusia 61 tahun. Beliau memperoleh gelar Sarjana Akuntansi dari Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia pada tahun 1980.

liu raymond photo edit

Liu Raymond

Anggota

 

Liu Raymond menjabat sebagai Presiden Universitas Pelita Harapan (UPH) selama 4 tahun. Saat ini beliau menjabat sebagai CEO di Agro Investama Group (Perkebunan Sawit). Beliau memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman dalam industri bubur kertas (pulp) dengan Sinarmas dan International Paper dengan fokus pada manajemen perusahaan dan memimpin proyek-proyek merger & akuisisi internasional, penelitian dan pengembangan dalam pembuatan pulp R&D, pembelian pulp, logistik perusahaan dan penjualan pulp. Selain itu, beliau juga memiliki empat tahun tambahan pengalaman dalam penelitian pembuatan pulp di Pusat Penelitian Perusahaan Kertas Internasional di New York, serta enam tahun pengalaman dalam manajemen pabrik pulp luar negeri sebagai Kepala Eksekutif atas 9 pabrik pulp di Amerika Serikat, Kanada, dan Prancis.

 

Beliau adalah warga negara Indonesia dan berusia 60 tahun per 31 Desember 2018. Beliau memperoleh gelar Sarjana Teknik Kimia dari National Taiwan University (1982), Master di bidang Teknik Kimia dari West Virginia Institute of Technology, AS (1987) dan Ph.D Teknik Kimia dari North Carolina State University, Raleigh, AS (1992).

 

 

INDEPENDENSI  KOMITE AUDIT

 

Komite Audit Perseroan diketuai oleh seorang Komisaris Independen dan 2 (dua) orang lainnya berasal dari luar Perseroan. Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, Komite Audit bertindak secara independen.

 

 

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB KOMITE AUDIT

 

Berdasarkan POJK No. 55/2015 dan Piagam Komite Audit, Komite Audit memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

grey dot  Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan oleh Perseroan ke publik

    dan/atau pihak otoritas antara lain laporan keuangan, proyeksi, dan laporan lainnya terkait dengan

    informasi keuangan Perseroan;

grey dot  Melakukan penelaahan atas ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan

    yang berhubungan dengan kegiatan Perseroan;

grey dot  Memberikan pendapat independen dalam hal terjadi perbedaan pendapat antara manajemen dan Akuntan

    atas jasa yang diberikannya;

grey dot  Memberikan rekomendasi kepada Direksi mengenai penunjukkan akuntan

    berdasarkan independensi, ruang lingkup penugasan, dan imbalan jasa;

grey dot  Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh auditor internal dan

    mengawasi pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas temuan auditor internal;

grey dot  Melakukan penelaahan terhadap aktivitas pelaksanaan manajemen risiko yang dilakukan oleh Direksi;

grey dot  Menelaah pengaduan yang berkaitan dengan proses akuntansi dan pelaporan keuangan Perseroan;

grey dot  Menelaah dan memberikan saran kepada Dewan Komisaris terkait dengan

    adanya potensi benturan kepentingan Perseroan; dan

grey dot  Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi Perseroan.

 

KEBIJAKAN TENTANG FREKUENSI DAN TINGKAT KEHADIRAN RAPAT KOMITE AUDIT

 

Komite Audit wajib menyelenggarakan Rapat paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan. Rapat Komite Audit dapat diselenggarakan apabila dihadiri oleh lebih dari ½ (satu per dua) jumlah anggota Komite Audit. Keputusan Rapat diambil secara musyawarah dan mufakat. Setiap rapat wajib dituangkan dalam risalah rapat termasuk apabila terdapat perbedaan pendapat. Risalah rapat tersebut wajib ditandatangani oleh seluruh anggota Komite Audit yang hadir dalam Rapat tersebut dan disampaikan kepada Dewan Komisaris.

PIAGAM KOMITE AUDIT