STANDAR ETIKA

ETIKA & INTEGRITAS

 

Guna memastikan manfaat penerapan prinsip GCG yang berkelanjutan, Manajemen telah menempatkan GCG sebagai standar yang mendukung seluruh kegiatan manajemen dan operasional. Hal ini memerlukan komitmen kuat dari seluruh elemen Perseroan dalam menjunjung tinggi prinsip-prinsip GCG secara berintegritas. Perseroan telah menyusun kerangka komprehensif dari instrumen pendukung untuk penerapan GCG, termasuk Pedoman Perilaku, Kebijakan Perseroan dan Standard Operating Procedures (SOP). Pedoman Perilaku tersedia sebagai pedoman dasar untuk semua organ dan individu dalam Perseroan mengenai tindakan dan perilaku yang sesuai dengan nilai dan budaya Perseroan maupun etika bisnis yang berlaku secara universal. Keseluruhan kerangka tersebut diharapkan menjadi acuan bagi semua karyawan dalam melaksanakan tugas, wewenang dan tanggung jawab sesuai fungsinya, sehingga tujuan penerapan GCG di lingkungan Perseroan dapat dicapai.

 

Rangkaian instrumen di atas disusun untuk membantu Perseroan dalam mematuhi prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang berlaku secara universal, termasuk transparansi, akuntabilitas, kemandirian, pertanggungjawaban dan kewajaran. Komitmen Perseroan dalam melaksanakan masing-masing prinsip tersebut diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut:

 

Transparansi

Prinsip transparansi dilaksanakan untuk mendasari proses pengambilan keputusan dan menyajikan informasi material yang akurat dan relevan dengan cara yang mudah diakses oleh pemegang saham dan pemangku kepentingan. Perseroan juga berupaya untuk mengungkapkan hal-hal yang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan. Prinsip ini merupakan sikap keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan mengemukakan informasi material secara tepat waktu dan akurat. Keterbukaan ini bertujuan agar pemegang saham dan pemangku kepentingan mendapatkan informasi-informasi mengenai Perseroan dengan tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku dan sesuai dengan GCG.

 

Akuntabilitas
Perseroan menerapkan prinsip akuntabilitas dalam menentukan fungsi dan tanggung jawab tiap organ untuk memastikan manajemen bisnis berlangsung secara efektif. Perseroan menerapkan prinsip akuntabilitas dengan mendorong tiap individu dan/atau organ Perseroan agar menyadari hak dan kewajiban, tugas dan tanggung jawab serta kewenangan. Oleh karena itu, tiap organ dan karyawan Perseroan diharuskan mengikuti etika bisnis dan pedoman perilaku yang telah diterapkan.

 

Pertanggungjawaban
Perseroan menyelenggarakan bisnisnya sebagai wujud dari prinsip kehati-hatian yang merupakan bagian dari profesionalisme serta sesuai dengan kebijakan perusahaan, peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, tanpa paksaan dari pihak manapun dan sedapat mungkin menghindari potensi benturan kepentingan. Selain itu, Perseroan juga berupaya untuk mematuhi perundang- undangan serta melaksanakan tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan sehingga kesinambungan usaha dapat terpelihara.

 

Kemandirian
Perseroan mengelola usahanya secara independen, tanpa diintervensi oleh pihak lain. Dengan demikian, semua organ dalam Perseroan wajib menjalankan setiap fungsi dan tugasnya sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan yang berlaku, sekaligus sedapat mungkin menghindari benturan kepentingan demi mencapai tujuan dalam proses pengambilan keputusan.

 

Kewajaran dan Kesetaraan
Prinsip ini guna memastikan kewajaran dan kesetaraan dalam memenuhi hak-hak para pemegang saham dan pemangku kepentingan sesuai dengan peraturan maupun kebijakan perusahaan yang berlaku.

PEDOMAN PERILAKU

 

Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 33/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 mengenai Direksi dan Dewan Komisaris pada Emiten atau Perusahaan Publik, Perseroan telah menyusun Pedoman Perilaku yang berlaku bagi seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris, serta kepada seluruh karyawan Perseroan.

 

Perseroan mengharapkan agar seluruh karyawan dapat menegakkan pedoman perilaku yang dianut oleh Perseroan untuk:

grey dot  Menanamkan nilai perusahaan yang konsisten dengan standar global;

grey dot  Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi secara berkesinambungan;

grey dot  Mematuhi semua aturan dan peraturan secara konsisten.

 

Berdasarkan pada Pedoman Perilaku tersebut, karyawan diharapkan untuk:

grey dot  Menghindari memberi atau menerima hadiah untuk atau dari pihak lain;

grey dot  Menghindari kegiatan yang dapat menimbulkan benturan kepentingan dengan posisi dan pekerjaan seseorang;

grey dot  Melindungi informasi penting yang dimiliki oleh Perseroan.

 

Pedoman Perilaku wajib dijunjung tinggi oleh seluruh karyawan, tanpa terkecuali. Perseroan memiliki komitmen untuk menerapkan prinsip- prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta mencerminkan transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, kemandirian dan kewajaran, dipraktikkan sebagai bagian dari komitmen Perseroan. Pedoman Perilaku ini juga dibuat untuk menegakkan hak-hak persamaan bagi seluruh pemangku kepentingan, serta memuat nilai-nilai yang berfungsi sebagai panduan bagi Tim Manajemen, Direksi, Dewan Komisaris dan semua karyawan dalam mewujudkan tugas dan tanggung jawab kesehariannya. Hal ini terkait dalam interaksinya dengan karyawan, pemegang saham, pemasok dan petugas setempat lainnya.

MANAJEMEN RISIKO

 

Guna mempertahankan pencapaian tujuan strategis dan menjamin kesinambungan bisnis, Perseroan telah menerapkan sistem manajemen risiko yang komprehensif.

 

Evaluasi Efektivitas Sistem Manajemen Risiko 

 

Perseroan melaksanakan evaluasi terhadap berbagai kategori risiko secara berkala dan menyeluruh. Selain itu, Perseroan juga mengambil tindakan dalam penerapan fungsi pengawasan yang efektif dan memadai untuk mengantisipasi potensi dampak risiko yang terlihat.

 

Direksi, Tim Manajemen, serta posisi dan fungsi manajerial relevan lainnya bertanggung jawab dalam mengidentifikasi, menganalisa dan menangani risiko. Kendati demikian, Perseroan yakin bahwa penanaman budaya risiko di seluruh tingkatan organisasi bersifat sangat penting. Hal tersebut diterapkan agar para karyawan, pemangku kepentingan dan mitra bisnis dapat berperan dalam menjamin risiko yang telah diantisipasi, dipantau dan ditangani secara efektif.

 

Pendekatan yang dimiliki Perseroan ditentukan dalam Kerangka Manajemen Risiko Perseroan yang secara lengkap menghadirkan sasaran, strategi, organisasi dan tata kelola, metodologi, pemantauan dan proses pelaporan.

 

Kerangka komponen utama dari Manajemen Risiko adalah sebagai berikut:

grey dot  Identifikasi risiko, termasuk kesadaran risiko, pengukuran, pemantauan dan pengendalian.

grey dot  Infrastruktur manajemen risiko, termasuk struktur organisasi, sistem tata kelola,

    pengumpulan data, metode analitis, kebijakan, prosedur dan pelaporan.

grey dot  Budaya perusahaan, termasuk pelatihan, pengukuran kinerja, pengembangan nilai dan penghargaan.

 

Mengacu pada kerangka tersebut, Perseroan dapat mengidentifikasi dan mengelola risiko dalam sejumlah area strategis dengan lebih proaktif.

Risiko yang Dihadapi Perseroan dan Upaya Pengelolaan Risiko pada Tahun Buku 2017

 

Selama tahun 2017, risiko bisnis yang teridentifikasi, antara lain:

 

RISIKO INVESTASI PADA PERUSAHAAN ANAK DAN ENTITAS ASOSIASI
Perseroan merupakan perusahaan induk yang melakukan investasi pada perusahaan anak dan entitas asosiasi. Oleh karena itu, Perseroan memiliki tingkat ketergantungan tersendiri terhadap kegiatan usaha dan pendapatan kepada perusahaan anak dan entitas asosiasi dan bergantung pada distribusi laba, biaya manajemen, dan pembayaran lain dari perusahaan anak dan entitas asosiasi untuk membayar kewajiban dan dividen Perseroan.

 

Mitigasi Faktor Risiko
Untuk mengatasi risiko investasi, Perseroan dan unit-unit usahanya melakukan pendekatan melalui investasi strategis dalam portofolio yang terdiversifikasi. Perseroan dengan cermat dan hati-hati (prudent) melakukan penyeimbangan antara risk dan return seoptimal mungkin untuk meminimalisasi risiko tanpa menurunkan nilai pengembalian investasinya, dan melakukan review secara berkala atas kinerja dari investasi di perusahaan tersebut maupun kinerja dari perusahaan itu sendiri. Hal ini dilakukan agar Perseroan dapat mengetahui nilai dari investasi tersebut dan mengoptimalkan penggunaan dana investasi.

 

RISIKO SOSIAL POLITIK
Kegiatan usaha Perseroan dan unit-unit usahanya merupakan bagian dari industri keuangan nasional yang dipengaruhi oleh kondisi perekonomian nasional dan kondisi sosial politik. Dengan demikian, apabila terjadi ketidakstabilan politik yang berdampak pada distorsi kondisi perekonomian secara umum, hal ini dapat berpengaruh kepada kinerja usaha Perseroan. Dalam kondisi ekonomi dan keamanan yang stabil ini akan mendorong peningkatan investasi yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menurunkan tingkat pengangguran, dan meningkatkan daya beli masyarakat.

 

Mitigasi Faktor Risiko
Untuk mengatasi risiko sosial politik, kebijakan moneter yang mengakibatkan risiko kurs mata uang asing dan risiko perubahan suku bunga, Perseroan dan unit-unit usahanya dengan cermat dan bijaksana terus mengantisipasi perubahan-perubahan perekonomian yang diakibatkan oleh kondisi sosial politik, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dengan membuat kebijakan-kebijakan dan melakukan tindakan apabila diperlukan untuk pengembangan usahanya dan meminimalkan dampak dari kondisi eksternal yang tidak mendukung secara berkelanjutan. Selain itu, Perseroan berupaya untuk menjaga likuiditasnya seoptimal mungkin dan menghindari sumber-sumber dana yang dapat memberi pengaruh yang besar terhadap fluktuasi atau perubahan atas kebijakan moneter, antara lain fluktuasi bunga pinjaman dan fluktuasi mata uang asing.

 

RISIKO KURS MATA UANG ASING
Perseroan melakukan transaksi-transaksi tertentu dengan menggunakan mata uang asing, diantaranya adalah belanja modal, transaksi yang dilakukan unit-unit usaha di luar negeri, dan transaksi pinjaman Perseroan, sehingga Perseroan harus mengkonversikan Rupiah ke mata uang asing, terutama USD untuk memenuhi kebutuhan kewajiban dalam mata uang asing pada saat jatuh tempo. Fluktuasi nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang USD dapat memberikan dampak pada kondisi keuangan Perseroan.

 

Mitigasi Faktor Risiko
Perseroan menggunakan instrumen keuangan derivatif, terutama call spread option dan swap untuk mengurangi risiko fluktuasi mata uang asing atas liabilitas Perseroan yang berdenominasi USD.

 

RISIKO SUKU BUNGA
Perseroan memiliki risiko suku bunga acuan pinjaman terutama karena melakukan pinjaman menggunakan suku bunga mengambang. Perseroan melakukan pengawasan terhadap dampak pergerakan suku bunga untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap Perseroan.

 

Mitigasi Faktor Risiko
Untuk mengatasi risiko suku bunga, Perseroan melakukan pengawasan terhadap dampak pergerakan suku bunga agar dapat meminimalisasi dampak negatif terhadap Perseroan.

 

RISIKO PERSAINGAN USAHA
Walaupun memerlukan modal yang besar, bidang usaha ritel mengundang banyak pengusaha untuk ikut menanamkan modalnya baik dalam bentuk usaha maupun perluasan usaha yang telah ada karena menjanjikan prospek yang cerah. Meskipun pemerintah telah menetapkan batasan-batasan investasi asing di bidang ritel, perusahaan ritel asing tetap berminat menanamkan modalnya di Indonesia.

 

Pesaing MPPA secara langsung adalah supermarket dan hipermarket lain yang berada di Indonesia. Di samping itu, keberadaan minimarket yang tersebar luas juga menjadi pesaing baik secara langsung dan tidak langsung bagi usaha ritel MPPA. Supermarket/ hipermarket MPPA juga mengalami persaingan tidak langsung dari pasar tradisional dan gerai- gerai serba guna lainnya dalam skala yang lebih kecil dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

 

Persaingan di industri department store dibagi menurut segmen konsumen bawah, menengah, dan atas. Selain MDS, terdapat beberapa brand usaha utama di dalam industri department store yang memiliki target pangsa pasar yang berbeda-beda. MDS berfokus menargetkan kelas menengah.

 

Di bidang usaha TMT, industri TI di Indonesia semakin maju dan potensial. Kondisi ini terus menarik pemain-pemain baru sehingga menjadikan industri semakin kompetitif. Kompetisi yang terjadi mewajibkan seluruh pemain untuk meningkatkan layanannya dan terus berinovasi, sehingga hanya mereka dengan kualitas layanan terbaik dan inovatif yang akan berhasil di pasar. Dalam hal penyediaan jasa konsultasi dan layanan TI maupun penjualan barang-barang TI, pesaing dapat menawarkan harga dan termin pembayaran yang lebih bersaing maupun layanan yang lebih baik.

 

Dalam bidang usaha properti, NPI & MP menghadapi persaingan dengan pengembang lokal setempat dalam mendapatkan lokasi yang strategis, tenant mix yang menarik, serta penyediaan fasilitas yang baik.

 

Kegagalan Perseroan dan unit-unit usahanya dalam mengantisipasi persaingan tersebut akan mengakibatkan beralihnya pelanggan pada perusahaan lain yang lebih kompetitif baik dari segi harga maupun kualitas barang dan pelayanan sehingga akan mengakibatkan penurunan pendapatan Perseroan dan unit-unit usahanya.

 

Mitigasi Faktor Risiko
Untuk mengatasi risiko persaingan usaha, Perseroan, perusahaan anak, dan entitas asosiasi dalam menjalankan kegiatan usahanya berusaha melakukan inovasi-inovasi dan pembaruan-pembaruan untuk mempertahankan daya saingnya.

 

RISIKO SUMBER DAYA MANUSIA
Perseroan bergantung pada sumber daya manusia yang dimiliki untuk memberikan layanan yang terbaik bagi konsumen. Kegiatan usaha Perseroan melibatkan tenaga kerja yang profesional dan ahli dalam bidangnya, sehingga sumber daya manusia tersebut menjadi aset yang berharga bagi Perseroan. Namun, kompetisi sumber daya manusia dalam industri ini cukup ketat di mana perpindahan karyawan dari suatu perusahaan ke perusahaan yang lain terjadi dengan cepat. Perseroan harus bisa mempertahankan karyawannya demi kelancaran kegiatan operasional Perseroan. Kegagalan Perseroan dalam mempertahankan dan merekrut karyawan yang berkualitas akan berdampak negatif pada kegiatan usaha Perseroan, yang pada akhirnya dapat menurunkan hasil usaha Perseroan.

 

Mitigasi Faktor Risiko
Untuk mengatasi risiko sumber daya manusia, Perseroan dan unit-unit usahanya berupaya untuk memberikan kebijakan yang berimbang dengan memperhatikan baik kepentingan Perseroan maupun kepentingan karyawan, yaitu dalam bentuk gaji yang kompetitif, bonus/insentif, tunjangan hari raya, kesehatan, dan senantiasa memberikan motivasi, pelatihan- pelatihan, seminar, dan workshop kepada staf Perseroan yang sudah lama maupun yang baru untuk memberikan nilai tambah.