KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI

 

Perseroan membentuk Komite Nominasi dan Remunerasi berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 34/POJK.04/2014, ditetapkan dan diundangkan pada tanggal 8 Desember 2014 tentang Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik (“POJK No. 34/2014”).

 

Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. CSS.127-2018 tanggal 30 Mei 2018 bahwa Dewan Komisaris telah mengangkat anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan untuk masa jabatan yang dimulai sejak tanggal keputusan tersebut hingga berakhirnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk Tahun Buku 2018, dengan susunan sebagai berikut:

 

Ketua: Roy N. Mandey
Anggota:

grey dot  Bunjamin J. Mailool

grey dot  Andang H. Sutopo

grey dot  Bagus Purboyo

 

PROFIL KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI 

 

Roy - BOC

Roy N. Mandey

Ketua

 

Warga negara Indonesia, berusia 50 tahun.

 

Beliau memiliki gelar Sarjana summa Cum Laude di bidang Manajemen Perusahaan dari Universitas Jayabaya, Jakarta.

 

Karirnya dimulai sebagai Sales & Marketing trainee hingga menjabat sebagai Vice President pada beberapa perusahaan properti di Indonesia, diantaranya PT ERA Indonesia Corp, PT Megapolitan Group dan PT Bukit Sentul Tbk. Beliau pernah menjabat sebagai Senior Account Director di Advertising Agency PT Rainbow Cipta Utama dan juga sebagai lokal Partner dari ICASH Global Rewards & Loyalty, Sdn (Bhd), Kuala Lumpur, Malaysia. Sejak pertengahan tahun 2007 hingga tahun 2012, beliau bergabung sebagai Head of Corporate Communication di PT Matahari Putra Prima Tbk kemudian memimpin Head of Mall Management di PT Nadya Putra Investama (2012-2015) dan sebagai Associate Director Corporate Communication & Government Affair di PT Multipolar Tbk (2015-2017). Saat ini beliau juga menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris Independen PT Multipolar Tbk sejak bulan Mei 2018.

 

Selain itu, Beliau juga aktif dalam berbagai Organisasi profesi sejak tahun 2008. Sejak tahun 2015 sampai sekarang, Beliau menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel seluruh Indonesia (APRINDO) serta HOD of Federation Asia Pacific Retail Association (FAPRA) yang beranggotakan 27 negara Asia Pacific dan sebagai Komisi Tetap bidang KOPERASI & UMKM pada Kamar Dagang & Industri (KADIN) Indonesia.

 

KNR - Benjamin

Bunjamin J. Mailool

Anggota

 

Warga negara Indonesia, usia Beliau adalah 54 tahun.

 

Beliau meraih gelar BSc. dari California State University, Fresno dan MBA dari State University Oklahoma, Amerika Serikat.

 

Beliau memulai karirnya secara profesional di Citibank NA Jakarta pada tahun 1989 hingga tahun 1997 di berbagai posisi hingga mencapai posisi Vice President. Beliau menduduki posisi CEO di PT Bukit Sentul Tbk (1997-2001), Presiden Direktur PT Matahari Putra Prima Tbk (2002 – sekarang), Presiden Direktur PT Matahari Department Store Tbk (2009 – sekarang), Presiden Direktur PT Multipolar Tbk (2014 – 2015) dan anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan (2015 – sekarang).

 

KNR - Andang

Andang H. Sutopo

Anggota

 

Warga negara Indonesia, usia Beliau adalah 68 tahun.

 

Beliau merupakan lulusan dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Beliau telah berpartisipasi dalam berbagai pelatihan setempat dan internasional dari tingkat dasar hingga lanjutan termasuk HW Products, Manajemen Proses Bisnis, Manajemen Mutu, Keuangan untuk Manajer Non-Keuangan, 7 Kebiasaan Orang Yang Amat Efektif, Sekolah Manajer Dasar IBM di Hong Kong, Sekolah Manajer Menengah IBM di Tokyo dan Sekolah Manajer Lanjutan IBM.

 

Beliau meniti karir profesionalnya sebagai Customer Engineer Trainee di IBM Indonesia dari tahun 1972 hingga 1976. Selain itu, beliau menduduki posisi sebagai Field Customer Engineering Manager di IBM Indonesia (1983 – 1984), Customer Service Plans & Controls Manager di IBM Indonesia (1984 – 1987), Country Field Administration Manager di USI/IBM Indonesia (1987-1989), Pengelola Administrasi di PT USI Jaya dan Manajer Operasional Admin Regional di IBM ASEAN untuk Jakarta (1990 – 1996), Country HR Manager di USI/IBM Indonesia (1996-2000), Staffing Manager di IBM ASEAN/ Asia Tenggara untuk Jakarta, Direktur PT IBM Indonesia (2000-2002), Ketua Pengembangan Organisasi & Jasa Pengelolaan di Perseroan (2002- 2011), Ketua Sumber Daya Manusia Perusahan di Perseroan (2011 – sekarang), anggota Komite Nominasi & Remunerasi Perseroan (2015 – sekarang), anggota Komite Nominasi & Remunerasi PT Multipolar Technology Tbk (2015 – sekarang), dan anggota Komite Nominasi & Remunerasi PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (2015 – sekarang).

 

KNR - Bagus

Bagus Purboyo

Anggota

 

Warga negara Indonesia, usia Beliau adalah 55 tahun.

 

Beliau meraih gelar Sarjana Ilmu Pengetahuan Agronomi dari Universitas Pembangunan Nasional, Surabaya pada tahun 1986 dan menghadiri Program Manajemen Widyawiyata di IPPM.

 

Beliau memulai karirnya di bagian Sumber Daya Manusia di PT Voksel Electric Tbk dari tahun 1990 hingga 1994. Setelah itu, beliau menjabat sebagai Pengelola Umum Departemen Sumber Daya Manusia di PT Bukit Sentul Tbk (1994-2004), Pengelola Umum Departemen Sumber Daya Manusia di PT Matahari Putra Prima Tbk (2004- 2013), Komisaris di PT Surya Cipta Investama (2014-sekarang), anggota Komite Nominasi & Remunerasi PT Matahari Putra Prima Tbk (2015 – sekarang), dan anggota Komite Nominasi & Remunerasi Perseroan (2015 – sekarang).

 

INDEPENDENSI ANGGOTA KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI

 

Komite Nominasi dan Remunerasi bertindak secara independen dalam melaksanakan tugasnya.

 

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI

 

Fungsi Nominasi

1.   Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai:

grey dot  Komposisi jabatan anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris;

grey dot  Kebijakan dan kriteria yang dibutuhkan dalam proses nominasi; dan

grey dot  Kebijakan evaluasi kinerja bagi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris;

2.    Membantu Dewan Komisaris melakukan penilaian kinerja anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris

berdasarkan tolok ukur yang telah disusun sebagai bahan evaluasi;

3.    Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai program pengembangan kemampuan

anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris; dan

4.    Mengusulkan calon yang memenuhi persyaratan menjadi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris

kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

 

Fungsi Remunerasi
1.     Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai:

grey dot  Struktur remunerasi;

grey dot  Kebijakan atas remunerasi; dan

grey dot  Besaran atas remunerasi.

2.     Membantu Dewan Komisaris melakukan penilaian kinerja dengan kesesuaian remunerasi

yang diterima masing-masing anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris.

 

DESKRIPSI KEGIATAN KOMITE NOMINASI  DAN REMUNERASI

 

Pada tahun 2017, Komite Nominasi dan Remunerasi telah melakukan beberapa kegiatan antara lain:

 

Fungsi Nominasi

Komite telah memberikan rekomendasi atas kajian- kajian kepada Dewan Komisaris Perseroan atas:

1.   Kebijakan evaluasi kinerja bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi;

2.   Kebijakan dan kriteria nominasi anggota Dewan Komisaris dan Direksi; dan

3.   Program pengembangan kemampuan anggota Dewan Komisaris dan Direksi.

 

Fungsi Remunerasi

Komite telah memberikan rekomendasi atas kajian- kajian kepada Dewan Komisaris Perseroan atas:
1.     Struktur remunerasi;

2.     Kebijakan remunerasi;

3.     Besaran remunerasi;

 

Dalam rangka membantu Dewan Komisaris Perseroan, Komite juga telah melakukan penilaian kinerja dengan kesesuaian remunerasi yang diterima oleh masing-masing anggota Dewan Komisaris dan Direksi.

 

KEBIJAKAN DAN PELAKSANAAN TENTANG FREKUENSI DAN TINGKAT KEHADIRAN RAPAT KOMITE  NOMINASI  DAN REMUNERASI

 

Komite Nominasi dan Remunerasi wajib menyelenggarakan rapat secara berkala paling kurang 1 (satu) kali dalam 4 (empat) bulan. Rapat Komite dipimpin oleh Ketua Komite. Rapat Komite dapat dilaksanakan apabila dihadiri oleh:

1.    Ketua Komite; dan

2.   Mayoritas dari jumlah anggota Komite.

 

Keputusan rapat diambil berdasarkan musyawarah dan mufakat. Dalam hal tidak tercapai, maka pengambilan keputusan dilakukan dengan suara terbanyak. Setiap rapat harus dituangkan dalam risalah rapat yang harus ditandatangani oleh yang hadir dalam rapat tersebut, termasuk apabila terdapat perbedaan pendapat, dan wajib disampaikan secara tertulis kepada Dewan Komisaris.

PEDOMAN KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI