DEWAN KOMISARIS

KNR - Benjamin

BUNJAMIN J. MAILOOL

Presiden Komisaris

 

Warga negara Indonesia, berusia 54 tahun.

 

Beliau meraih gelar BSc. dari California State University of Fresno dan MBA dari State University Oklahoma, Amerika Serikat.

 

Beliau memulai karier profesionalnya di Citibank NA Jakarta (1989 – 1997) dengan posisi terakhir sebagai Vice President. Kemudian Beliau menempati posisi CEO di PT Bukit Sentul Tbk (1997 – 2001). Saat ini, beliau menjabat sebagai Presiden Direktur PT Matahari Putra Prima Tbk (2002 – sekarang) dan Presiden Direktur PT Matahari Department Store Tbk (2009 – sekarang). Beliau juga pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Multipolar Tbk (2014 – 2015) dan masih menjabat sebagai Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi PT Multipolar Tbk sejak tahun 2015.

 

Roy - BOC

ROY N. MANDEY

Wakil Presiden Komisaris Independen

 

Warga negara Indonesia, berusia 50 tahun.

 

Beliau memiliki gelar Sarjana summa Cum Laude di bidang Manajemen Perusahaan dari Universitas Jayabaya, Jakarta.

 

Karirnya dimulai sebagai Sales & Marketing trainee hingga menjabat sebagai Vice President pada beberapa perusahaan properti di Indonesia, diantaranya PT ERA Indonesia Corp, PT Megapolitan Group dan PT Bukit Sentul Tbk. Beliau pernah menjabat sebagai Senior Account Director di Advertising Agency PT Rainbow Cipta Utama dan juga sebagai lokal Partner dari ICASH Global Rewards & Loyalty, Sdn (Bhd), Kuala Lumpur, Malaysia. Sejak pertengahan tahun 2007 hingga tahun 2012, beliau bergabung sebagai Head of Corporate Communication di PT Matahari Putra Prima Tbk kemudian memimpin Head of Mall Management di PT Nadya Putra Investama (2012-2015) dan sebagai Associate Director Corporate Communication & Government Affair di PT Multipolar Tbk (2015-2017). Saat ini beliau menjabat sebagai Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi PT Multipolar Tbk sejak bulan Mei 2018.

 

Selain itu, Beliau juga aktif dalam berbagai Organisasi profesi sejak tahun 2008. Sejak tahun 2015 sampai sekarang, Beliau menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel seluruh Indonesia (APRINDO) serta HOD of Federation Asia Pacific Retail Association (FAPRA) yang beranggotakan 27 negara Asia Pacific dan sebagai Komisi Tetap bidang KOPERASI & UMKM pada Kamar Dagang & Industri (KADIN) Indonesia.

Adi - BOC

LAURENSIA ADI

Komisaris Independen

 

Warga negara Indonesia, berusia 55 tahun.

 

Beliau meraih gelar S1 Bisnis Administrasi, Ekonomi (Akuntansi). Beliau mengikuti Advance Leadership Program yang diselenggarakan oleh Executive Center for Global Leadership.

 

Beliau pernah bekerja sebagai Treasury Manager di PT Squibb Indonesia Tbk, dan mengajar akuntansi di Universitas Pelita Harapan dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial.

Hadi - BOC

HADI CAHYADI

Komisaris Independen

 

Warga negara Indonesia, berusia 51 tahun.

 

Beliau memperoleh gelar Master Administrasi Bisnis (MBA) dari University of Houston – Clear Lake, USA dan gelar Master Hukum Perusahaan (MCL) dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT), Australia. Beliau juga memperoleh gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Tarumanagara, Indonesia, dimana sampai saat ini beliau masih aktif mengajar.

 

Beliau adalah Pendiri dan Managing Partner Helios Capital, salah satu perusahaan konsultan keuangan teraktif dan terkemuka di Indonesia yang fokus pada M&A Advisory, penggalangan dana dan restrukturisasi utang. Beliau memiliki pengalaman kerja di beberapa kantor akuntan publik terkemuka di dunia, yaitu Arthur Andersen – Jakarta, KPMG – Jakarta, KPMG Corporate Recovery – Melbourne, Ernst & Young – Jakarta, dan Deloitte – Jakarta, serta PB Capital, divisi penasihat keuangan di PB&Co. Saat ini beliau juga menjabat sebagai Ketua Komite Audit PT Multipolar Tbk sejak bulan Mei 2018.

 

Bintang - BOC

BINTANG SITOMPUL

Komisaris Independen

 

Warga negara Indonesia, berusia 50 tahun.

 

Beliau lulus dari Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta) pada tahun 1993, Universitas California of Los Angeles (UCLA) pada tahun 1994. Beliau juga telah mengikuti Advance Management Program di Telecommunication Executive Management Institute Canada (TEMIC) pada tahun 2005 dan sebagai alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI tahun 2016.

 

Beliau memulai karir sebagai aerospace engineer di PT Satelindo, Jakarta, pada tahun 1993. Beliau telah memegang berbagai jabatan senior sebagai Vice President Operation Integration; Vice President Marketing dan terakhir menjabat sebagai Head of Partnership Development di PT Indosat Tbk (NYSE: ISAT) pada tahun 2011. Saat ini beliau juga menjabat sebagai Komisaris PT Bangun Multikreasi Selaras, sebuah perusahaan perdagangan, dan Direktur PT Bangun Multimedia Solusi, sebuah perusahaan konsultan aset manajemen & properti komersial.

 

Selama karir profesionalnya, beliau aktif terlibat dengan beberapa asosiasi bisnis nasional dan internasional antara lain Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII); Asia Pacific Broadcasting Union (ABU), Asia Pacific Satellite & Cable Council (APSCC).

BOC - Benny

Benny Haryanto

Komisaris

 

Warga Negara Indonesia, usia Beliau per adalah 57 tahun.

 

Beliau memperoleh gelar BA dari Brandon University, Manitoba dan gelar MBA dari Washburn University, Topeka- Kansas, AS.

 

Beliau mulai bergabung dengan Perseroan sebagai Komisaris pada tahun 2014 berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 19 tanggal 11 April 2014, dibuat di hadapan Notaris Rini Yulianti, S.H., Notaris di Kota Jakarta Timur. Beliau memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di sektor perbankan dan pasar modal termasuk sebagai Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

BOC - Jeffrey

Jeffrey Koes Wonsono

Komisaris

 

Warga Negara Indonesia, usia Beliau adalah 57 tahun.

 

Beliau memperoleh gelar Sarjana di bidang marketing dari Centre for Business Studies di Inggris pada tahun 1979, dan kemudian meraih gelar Master of Business Administration dalam bidang perbankan dari Golden Gate University, USA pada tahun 1986.

 

Beliau menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun 2011 – sekarang, berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 19 tanggal 22 Februari 2011, dibuat di hadapan Notaris Rini Yulianti, S.H., Notaris di Kota Jakarta Timur, setelah sebelumnya menjabat Presiden Direktur Perseroan sejak tahun 1994-2010. Beliau memulai karir profesional di bank usaha patungan multinasional, seperti PT Bank Multicor dan LTCB Central Asia sebelum akhirnya bergabung dengan Lippo Group pada tahun 1992. Beliau juga pernah menjabat sebagai Komisaris PT Matahari Putra Prima Tbk pada tahun 1997-2014. Beliau juga menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Multipolar Technology Tbk pada tahun 2011 sampai dengan Februari 2013 dan kemudian menjabat sebagai Komisaris PT Multipolar Technology Tbk sejak tahun 2013 hingga saat ini.

Henry - BOC

HENRY LIANDO

Komisaris

 

Warga negara Indonesia, berusia 54 tahun.

 

Beliau meraih gelar Sarjana Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung, Indonesia dan MBA (Keuangan) dari Oregon State University, Amerika Serikat.

 

Beliau telah bekerja di berbagai bank global dan posisi terakhir sebagai Chief Financial Officer & Treasurer dari Global Consumer Group di Citibank N.A, Indonesia.

 

Saat ini beliau menjabat sebagai Direktur PT Matahari Department Store Tbk (April 2018-sekarang), Direktur PT Link Net Tbk (2017-sekarang), Komisaris PT First Media Television (2011-sekarang), Komisaris PT Ciptadana Investa Prima dan Direktur PT Ciptadana Capital (2016 -sekarang).

Dewan Komisaris Perseroan merupakan salah satu organ Perseroan yang bertugas melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan pada umumnya, baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan, dan memberi nasihat kepada Direksi Perseroan. Setiap anggota Dewan Komisaris wajib beritikad baik, berhati-hati, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugasnya, Dewan Komisaris dibantu oleh komite-komite yang dibentuknya yaitu Komite Audit serta Komite Nominasi dan Remunerasi.

 

KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS

 

Anggaran Dasar Perseroan menyatakan bahwa Dewan Komisaris terdiri dari setidaknya 3 (tiga) anggota, yaitu salah satu bertindak sebagai Presiden Komisaris, satu berperan sebagai Wakil Presiden Komisaris, jika diperlukan, serta wajib memenuhi jumlah Komisaris Independen dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 33/POJK.4/2014 tanggal 8 Desember 2014 mengenai Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik (“POJK 33”) dan Peraturan Bursa Efek Indonesia No. I-A, Lampiran Surat Keputusan Direksi BEI No. Kep-00001/BEI/01-2014 dikeluarkan tanggal 20 Januari 2014 dan diberlakukan per tanggal 30 Januari 2014 mengenai Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham Yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat (“Peraturan BEI No. I-A”), setidaknya 30% dari jumlah total anggota Dewan Komisaris diharuskan memiliki Komisaris Independen. Anggota Dewan Komisaris diangkat oleh RUPS untuk masa jabatan selama 1 (satu) periode yaitu terhitung sejak ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham yang mengangkat anggota Dewan Komisaris tersebut sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang ketiga setelah pengangkatannya. Masa jabatan anggota Dewan Komisaris akan berakhir jika yang bersangkutan mengundurkan diri, tidak lagi memenuhi persyaratan, meninggal dunia atau diberhentikan sesuai keputusan RUPS.

 

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang diselenggarakan pada tanggal 4 Mei 2016 (“RUPST 4 Mei 2016”), Pemegang Saham Perseroan menerima dan menyetujui pengunduran diri Ibu Viven C. Sitiabudi atau disebut Ibu Gouw Vi Ven dari jabatannya sebagai Komisaris Perseroan terhitung sejak ditutupnya RUPST 4 Mei 2016 dan memberikan pembebasan dan pelunasan (acquit et de charge) sepenuhnya dari tanggung jawab tindakan pengawasan yang telah dilakukan selama menjabat di Perseroan.

 

Di dalam RUPST 4 Mei 2016 telah diputuskan susunan anggota Dewan Komisaris sebagai berikut:

grey dot  Presiden Komisaris: Theo L. Sambuaga

grey dot  Komisaris Independen: Jonathan L. Parapak

grey dot  Komisaris Independen: Dr. Isnandar Rachmat Ali, SE, MM

grey dot  Komisaris: Jeffrey Koes Wonsono

grey dot  Komisaris: Benny Haryanto

KOMISARIS INDEPENDEN

 

Untuk memberi kepastian terhadap independensi Dewan Komisaris, Perseroan telah memiliki 2 (dua) Komisaris Independen. Berdasarkan POJK 33, dan Peraturan BEI No. I-A, yang menyatakan bahwa jumlah Komisaris Independen wajib paling kurang 30% (tiga puluh persen) dari jumlah seluruh anggota Dewan Komisaris. Untuk mematuhi peraturan ini, Perseroan mempunyai dua Komisaris Independen dari total keseluruhan enam anggota Dewan Komisaris.

 

Komisaris Independen diharuskan memenuhi persyaratan sebagai berikut:

grey dot  Bukan merupakan orang yang bekerja atau mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan,

    memimpin, mengendalikan, atau mengawasi kegiatan Perseroan dalam waktu 6 bulan terakhir,

    kecuali untuk pengangkatan kembali sebagai Komisaris Independen pada periode berikutnya;

grey dot  Tidak mempunyai saham baik langsung maupun tidak langsung pada Perseroan;

grey dot  Tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan Perseroan, anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi,

    atau pemegang saham utama Perseroan; dan

grey dot  Tidak mempunyai hubungan usaha baik langsung maupun tidak langsung yang berkaitan

    dengan kegiatan usaha Perseroan.

PEDOMAN DEWAN KOMISARIS

 

Dewan Komisaris Perseroan telah menyusun Piagam Dewan Komisaris pada tanggal 1 Desember 2015 (“Piagam Dewan Komisaris”). Di dalam Piagam Dewan Komisaris berisi antara lain tugas, tanggung jawab, wewenang, kebijakan rapat, pelaporan dan pertanggungjawaban. Piagam Dewan Komisaris disusun berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

TUGAS, TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG DEWAN KOMISARIS

 

Di dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“UUPT”) diatur mengenai tugas, tanggung jawab dan wewenang Dewan Komisaris. Dewan Komisaris melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya, baik mengenai perusahaan maupun usaha perusahaan, dan memberi nasihat kepada Direksi. Setiap anggota Dewan Komisaris wajib menerapkan itikad baik, prinsip kehati-hatian, dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi untuk kepentingan perusahaan sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan. Setiap anggota Dewan Komisaris tidak dapat bertindak sendiri-sendiri dalam menjalankan tugasnya kecuali berdasarkan keputusan Dewan Komisaris. Apabila Dewan Komisaris terbukti bersalah atau lalai dalam menjalankan tugasnya yang mengakibatkan perusahaan mengalami kerugian karena pengurusan yang dilakukan oleh Direksi, maka anggota Dewan Komisaris tersebut ikut bertanggung jawab sebatas dengan kesalahan atau kelalaiannya secara tanggung renteng.

 

Di dalam Anggaran Dasar Perseroan yang mengatur mengenai tugas, tanggung jawab dan wewenang Dewan Komisaris, tertulis dari antaranya adalah sebagai berikut:

grey dot  Melakukan pengawasan untuk kepentingan Perseroan dengan memperhatikan kepentingan

    para pemegang saham Perseroan dan bertanggung jawab kepada RUPS;

grey dot  Melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya,

    baik mengenai perusahaan maupun usaha perusahaan, dan memberi nasihat kepada Direksi;

grey dot  Meneliti dan menelaah laporan tahunan yang disiapkan oleh Direksi

    dan menandatangani laporan tahunan dimaksud.

 

Sehubungan dengan tugas dan wewenang Dewan Komisaris maka Dewan Komisaris berkewajiban antara lain:

grey dot  Menerapkan dan memastikan pelaksanaan manajemen risiko dan prinsip-prinsip Good Corporate Governance

    dalam setiap kegiatan usaha Perseroan pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi;

grey dot  Membentuk komite-komite sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

grey dot  Memberikan saran dan pendapat kepada Direksi guna kepentingan Perseroan

    sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan; dan

grey dot  Melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya,

    baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan.

RAPAT DEWAN KOMISARIS

 

Di dalam POJK 33 dan Anggaran Dasar Perseroan tertulis Dewan Komisaris wajib mengadakan rapat paling kurang 1 (satu) kali dalam 2 (dua) bulan. Selain itu, Dewan Komisaris wajib mengadakan rapat bersama Direksi secara berkala paling kurang 1 (satu) kali dalam 4 (empat) bulan.

 

Rapat Dewan Komisaris dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh lebih dari ½ (satu per dua) jumlah anggota Dewan Komisaris. Keputusan Rapat Dewan Komisaris harus diambil berdasarkan musyawarah dan mufakat. Apabila tidak tercapai, maka pengambilan keputusan dilakukan dengan pemungutan suara berdasarkan suara terbanyak.