DIREKSI

BOD - Eddy

EDDY H. HANDOKO

Presiden Direktur

 

Warga negara Indonesia, usia Beliau adalah 61 tahun.

 

Beliau meraih gelar sarjana di bidang Administrasi Bisnis dari University of Southern California, Amerika Serikat.

 

Beliau pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Perseroan sejak tahun 2011 sampai dengan 2014. Pada tahun 2015 Beliau diangkat kembali menjadi Presiden Direktur berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk tahun buku 2014, yang dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 15 tanggal 23 Juni 2015, dibuat di hadapan Notaris Rini Yulianti, S.H., Notaris di Kota Jakarta Timur.

 

Beliau telah berpengalaman selama 14 tahun di bidang keuangan dan perbankan, memulai karir di Citibank dengan posisi terakhir sebagai Vice President of Credit for Consumer Banking (1980 – 1987), kemudian menjadi Direktur PT Bank Lippo Tbk (1989 – 1998), Presiden Direktur PT Lippo Securities Tbk (1998 – 1999), dan Wakil Presiden Direktur PT Bank Lippo Tbk (2000 – 2003). Beliau juga telah berpengalaman selama lebih dari 13 tahun dalam bidang ritel dan properti, dan telah memegang beberapa posisi penting dalam perusahaan di bidang tersebut antara lain menjabat sebagai Direktur PT Matahari Putra Prima Tbk (2007 – 2008), Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk (2008 – 2010), pimpinan di Books & Beyond dan Siloam Hospitals, Direktur PT Matahari Department Store Tbk (2016 – sekarang) dan Presiden Direktur PT Multi Prima Sejahtera Tbk (2014 – sekarang).

Lukman - BOD

LUKMAN DJAJA

Direktur

 

Warga negara Indonesia, berusia 70 tahun.

 

Beliau menamatkan pendidikan di Universitas Indonesia pada tahun 1978. Beliau kemudian meneruskan pendidikan di Western lllinois University, USA dan meraih gelar Master Bisnis Administrasi (MBA) pada tahun 1987.

 

Beliau mengawali karir di PT Chemin Phonix sebagai Asisten Accounting tahun 1972 hingga 1973. Kemudian di PT Serba Motor dari tahun 1973 sampai 1984, di PT Bank Central Asia, New York Office Branch, USA di bidang Finance, Accounting, dan Credit Analysis tahun 1987 sampai 1988, dan tahun 1989 di PT Bank Central Asia Head Office sebagai Project Manager for developing new product Visa Traveller Cheque, dan sebagai Head Payment Product Center hingga 1994, dan sebagai Head Division of Retail Banking tahun 1995.

 

Sejak April 1995 sampai dengan Februari 1997, beliau bergabung dengan PT Multipolar Lokasindo sebagai Manager for Construction store and Operation untuk merek JC Penney USA and Wallmart Store Jakarta. Beliau kemudian bergabung dengan PT Bank Lippo Tbk sebagai General Affair Group Head pada tahun 2001 dan sebagai Group Head of Human Resources sampai 2004. Beliau juga pernah menjabat sebagai Direktur Finance dan Project Control di PT Cibubur Utama (Mal Cibubur Junction) sampai 2006 dan sebagai Direktur Finance, Tax, Accounting di PT Multimedia Interaksi Utama dan sebagai Presiden Direktur PT Multi Prima Sejahtera Tbk di tahun 2017.

Roberto - BOD

ROBERTO FERNANDEZ FELICIANO

Direktur Independen

 

Warga negara Filipina, berusia 63 tahun.

 

Beliau memperoleh gelar di bidang Master of Business Administration dari Babson College, Massachusetts, USA pada tahun 1980 dan gelar Bachelor of Science in Business Administration dari Ataneo De Manila University, Filipina pada tahun 1976.

 

Memulai karir di OESCO International, Manila sebagai trainee (1976-1977), M Krugger Ltd, Copenhagen, Denmark sebagai Project Assistant (1977-1978), Manufactures Hanover Trust Bank, New York, Amerika dengan posisi terakhir sebagai Country Head Representative Bangkok-Thailand (1980-1991), Associate Director Corporate Finance di PT Lippo Securities Tbk (1992-1995), Direktur di PT Lippo Pacific Finance (1995-1999), Direktur di Lippo Life (1999-2000), Komisaris di PT Lippo General Insurance Tbk (2000-2005), Direktur PT Lippo E-Net Tbk (2000-2005), Direktur di PT Bank Lippo Tbk (2005), CEO dan Direktur di PT First Media Tbk (2006-2008), Group Direktur di Siloam Hospitals (2008-2009), Direktur di PT Lippo Karawaci Tbk (2012-2014), Presiden Direktur PT Link Net Tbk (2011-2016) dan Direktur PT Ciptadana Capital (2016-sekarang).

Direksi adalah salah satu organ Perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar Perseroan.

KOMPOSISI DIREKSI

 

Anggaran Dasar Perseroan menyatakan bahwa Direksi terdiri dari setidaknya 3 (tiga) orang anggota, yaitu salah satu bertindak sebagai Presiden Direktur, dan seorang lagi berperan sebagai Wakil Presiden Direktur, jika diperlukan, serta wajib memenuhi jumlah Direktur Independen dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 33/ POJK.4/2014 tanggal 8 Desember 2014 mengenai Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik (“POJK 33”) dan Peraturan Bursa Efek Indonesia No. I-A, Lampiran Surat Keputusan Direksi BEI No. Kep-00001/BEI/01-2014 dikeluarkan tanggal 20 Januari 2014 dan diberlakukan per tanggal 30 Januari 2014 mengenai Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham Yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat (“Peraturan BEI No. I-A”), Perseroan wajib memiliki paling kurang 1 (satu) orang menjadi Direktur Independen. Anggota Direksi diangkat oleh RUPS untuk masa jabatan selama 1 (satu) periode yaitu terhitung sejak ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham yang mengangkat anggota Direksi tersebut sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang ketiga setelah pengangkatannya tanpa mengurangi hak dari para pemegang saham untuk memberhentikan anggota Direksi sewaktu-waktu. Masa jabatan anggota Direksi akan berakhir jika yang bersangkutan mengundurkan diri, tidak lagi memenuhi persyaratan, meninggal dunia atau diberhentikan sesuai keputusan RUPS.

 

Di dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 4 Mei 2016 telah diputuskan susunan anggota Direksi sebagai berikut:

grey dot  Presiden Direktur: Eddy H. Handoko

grey dot  Direktur Independen: Reynold P. Ong

grey dot  Direktur: Harijono Suwarno

grey dot  Direktur: Lina H. Latif

grey dot  Direktur: Richard H. Setiadi

DIREKTUR INDEPENDEN

 

Dalam Peraturan BEI No. I-A bahwa Perusahaan Tercatat wajib memiliki Direktur Independen paling kurang 1 (satu) orang dari jajaran anggota Direksi yang dapat dipilih terlebih dahulu melalui RUPS sebelum Pencatatan dan mulai efektif bertindak setelah saham perusahaan tersebut tercatat.

 

Seorang Direktur Independen wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut:

grey dot  Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Pengendali Perseroan paling kurang selama 6 (enam) bulan

    sebelum penunjukan sebagai Direktur Independen;

grey dot  Tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris atau Direksi lainnya;

grey dot  Tidak bekerja rangkap sebagai anggota Direksi pada perusahaan lain;

grey dot  Tidak menjadi Orang Dalam pada lembaga atau profesi penunjang pasar modal yang jasanya digunakan oleh

    Perseroan selama 6 (enam) bulan sebelum penunjukan sebagai Direktur.

PEDOMAN DIREKSI

 

Direksi Perseroan telah menyusun Piagam Direksi pada tanggal 1 Desember 2015 (“Piagam Direksi”). Di dalam Piagam Direksi berisi antara lain tugas, tanggung jawab, wewenang, kebijakan rapat, pelaporan dan pertanggungjawaban. Piagam Direksi disusun berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

TUGAS, TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG DIREKSI

 

Di dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“UUPT”), POJK 33 dan Anggaran Dasar, Perseroan mengatur tugas, tanggung jawab dan wewenang Direksi.

 

Setiap anggota Direksi wajib dengan itikad baik, penuh tanggung jawab dan kehati-hatian dalam menjalankan tugasnya dengan mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tugas, tanggung jawab dan wewenang Direksi antara lain:

grey dot  Memimpin dan mengurus Perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan;

grey dot  Memelihara dan mengurus kekayaan Perseroan;

grey dot  Wajib menerapkan manajemen risiko dan prinsip-prinsip Good Corporate Governance

    pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi;

grey dot  Menetapkan susunan organisasi dan tata kerja Perseroan serta dalam rangka mendukung efektivitas,

    Direksi dapat membentuk komite dan wajib melakukan evaluasi terhadap kinerja komite setiap akhir tahun buku;

grey dot  Menyusun rencana kerja tahunan dan wajib disampaikan ke Dewan Komisaris

    untuk memperoleh persetujuan dari Dewan Komisaris;

grey dot  Berwenang untuk mewakili Perseroan di dalam dan di luar pengadilan,

    sesuai dengan kebijakan dan Anggaran Dasar Perseroan; dan

grey dot  Wajib mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada para pemegang saham

    dalam Rapat Umum Pemegang Saham.

 

Setiap anggota Direksi bertanggung jawab secara tanggung renteng atas kerugian Perseroan yang disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian anggota Direksi dalam menjalankan tugasnya. Anggota Direksi tidak dapat dipertanggungjawabkan atas kerugian Perseroan apabila dapat membuktikan:

grey dot  Kerugian tersebut bukan karena kesalahan atau kelalaiannya;

grey dot  Telah melakukan pengurusan dengan itikad baik, penuh tanggung jawab, dan kehati-hatian

    untuk kepentingan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan;

grey dot  Tidak memiliki benturan kepentingan baik langsung maupun tidak langsung

    atas tindakan pengurusan yang mengakibatkan kerugian Perseroan; dan

grey dot  Telah mengambil tindakan pencegahan atas kerugian tersebut.

RAPAT DIREKSI

 

Dalam POJK 33 dan Anggaran Dasar Perseroan, Direksi wajib mengadakan rapat Direksi secara berkala paling kurang 1 (satu) kali dalam setiap bulan. Direksi wajib mengadakan rapat Direksi bersama Dewan Komisaris secara berkala paling kurang 1 (satu) kali dalam 4 (empat) bulan. Rapat Direksi dinyatakan sah dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila lebih dari ½ (satu per dua) jumlah anggota yang hadir atau diwakili secara sah dalam Rapat. Keputusan Rapat harus diambil berdasarkan musyawarah dan mufakat. Dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah dan mufakat tidak tercapai maka keputusan diambil dengan pemungutan suara berdasarkan suara setuju lebih dari ½ (satu per dua) dari jumlah suara yang dikeluarkan secara sah dalam Rapat. Apabila suara yang setuju dan tidak setuju berimbang maka keputusan akan diambil oleh Ketua Rapat.