pinflix yespornplease porncuze.com porn800.me porn600.me tube300.me tube100.me watchfreepornsex.com
 

KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI

 

Perseroan membentuk Komite Nominasi dan Remunerasi berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 34/POJK.04/2014, ditetapkan dan diundangkan pada tanggal 8 Desember 2014 tentang Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik (POJK No. 34/2014).

 

Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No.CSS.087-2021 tanggal 2 Agustus 2021 bahwa Dewan Komisaris telah mengangkat anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan untuk masa jabatan yang dimulai sejak tanggal keputusan tersebut hingga berakhirnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk Tahun Buku 2021 tanpa mengurangi wewenang Dewan Komisaris untuk dapat sewaktu-waktu melakukan pengangkatan dan/atau perubahan anggota Komite Nominasi dan Remunerasi, dengan susunan sebagai berikut:

 

Ketua: Alexander S. Rusli
Anggota:

grey dot  Bunjamin J. Mailool

grey dot  Tati Hartawan

grey dot  Bagus Purboyo

 

PROFIL KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI 

 

Alexander S Rusli

Alexander S. Rusli

Ketua

 

Setelah bekerja sebagai dosen tetap di Australia, Alexander S Rusli kembali ke Indonesia pada tahun 1997 dan memulai perjalanan karir di Indonesia di PricewaterhouseCoopers sebagai Manajemen Konsultan yang berfokus pada proyek Implementasi TI besar.

 

Sebagai eksekutif yang aktif dengan pengalaman serta latar belakang yang kuat di bidang teknologi, posisi atau jabatan-jabatan penting di perusahaan swasta yang pernah diduduki selama perjalanan karir beliau antara lain: CEO di PT Indosat Tbk, sebuah perusahaan operator telekomunikasi terbesar ke-2 di Indonesia, sejak tahun 2012 – 2017; Komisaris Independen di PT Sarana Menara Nusantara Tbk (Protelindo), sejak tahun 2018 – 2019; Komisaris Independen di PT Medikaloka Herminta Tbk (Hermina Hospital Group), sejak tahun 2018 – sekarang; Komisaris Independen di PT Unilever Indonesia Tbk, sejak tahun 2018 – sekarang; Komisaris di PT Solusi Sinergi Digital Tbk, sejak tahun 2019 – sekarang; Ketua di iFlix Indonesia, sejak tahun 2019 – Mei 2020; Komisaris Independen di PT Link Net Tbk, sejak tahun 2020 – sekarang.

 

Beliau juga menduduki beberapa posisi di pemerintahan, yaitu sebagai Staf Ahli di Kementerian Komunikasi dan Informatika, sejak tahun 2001 – 2007; Staf Ahli di Kementeriam BUMN, sejak tahun 2007 – 2009; Staf Ahli Menteri Keuangan RI untuk Sistem Perpajakan Nasional, sejak tahun 2019 – sekarang; Penasihat untuk Crescent Point untuk Indonesia, sejak 2019 – sekarang. Jabatan beliau di beberapa Badan Usaha Milik Negara adalah Komisaris di PT Krakatau Steel Tbk, pada tahun 2007 – 2009; Komisaris Utama di PT Geodipa Energi, sejak tahun 2007 – 2009; Komisaris di PT Kertas Kraft Aceh, sejak tahun 2007 – 2009.

 

Di samping itu, beliau juga merupakan pendiri PT Digi Asia Bios, sebuah perusahaan Fintech terkonsolidasi holding yang menawarkan layanan keuangan pembayaran, kredit dan remittance digital di Indonesia. Beliau juga memiliki Joint Venture bersama Tempo Digital Media yang berfokus pada animasi untuk Indonesian IP characters.

 

Beliau aktif menumbuhkan dan menginkubasi perusahaan digital dengan berinvestasi di startup tahap awal dan mengambil peran di dalamnya baik sebagai anggota dewan aktif atau sebagai penasihat aktif. Selain aktif berinvestasi, beliau juga secara aktif membimbing banyak startup yang menjajaki model bisnis baru seperti IRMA, GrosirOne, Surge, Doogether, dll.

 

Beliau adalah warga negara Indonesia, berusia 50 tahun. Beliau meraih gelar Bachelor of Business, Information System pada tahun 1992, gelar Bachelor of Commerce (Hons), Information System pada tahun 1993 dan gelar Doctor of Philosophy (Ph.D), Information System pada tahun 2000, ketiga gelar tersebut di peroleh dari Curtin University of Technology, Perth, Australia.

KNR - Benjamin

Bunjamin J. Mailool

Anggota

 

Bunjamin J. Mailool memulai karir profesionalnya di Citibank NA Jakarta pada tahun 1989, dengan posisi terakhir sebagai Vice President pada tahun 1997. Pada bulan Maret 1997, beliau bergabung dengan anak perusahaan Lippo Group di PT Bukit Sentul Tbk sebagai CEO sampai tahun 2001. Beliau menjabat sebagai Presiden Direktur untuk PT Matahari Putra Prima Tbk pada tahun 2002 sampai tahun 2018 dan PT Matahari Department Store Tbk sejak tahun 2009. Beliau menjabat sebagai Presiden Direktur Perseroan dari 2014 hingga 2015. Setelah itu beliau menerima penunjukkannya sebagai anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dari 2015 hingga saat ini, dan juga menjabat sebagai Presiden Komisaris.

 

Beliau adalah warga negara Indonesia, berusia 57 tahun pada 31 Desember 2020. Beliau meraih gelar MBA dari Oklahoma University dan gelar BSc dari California State University of Fresno, Amerika Serikat.

Tati - website

Tati Hartawan

Anggota

 

Tati Hartawan mengawali karirnya di Citibank Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai Global Consumer Business Human Resources Head, Senior Vice President (1989 – 2013). Kemudian beliau menjabat sebagai Human Capital Director di Bank Mega (2013 – 2016), sebelum bergabung dengan Lippo Group sebagai Senior HR Executive (2016 – saat ini).

 

Beliau merupakan warga negara Indonesia dan per 31 Desember 2020, beliau berusia 54 tahun. Beliau memperoleh gelar sarjana (Bachelor of Science) Akuntansi dari San Fransisco State University, Amerika Serikat (1988).

KNR - Bagus

Bagus Purboyo

Anggota

 

Bagus Purboyo memulai karirnya di bagian Sumber Daya Manusia di PT Voksel Electric Tbk (1990-1994). Setelah itu, beliau menjabat sebagai General Manager untuk Departemen Sumber Daya Manusia di PT Bukit Sentul Tbk (1994-2004) dan General Manager untuk Departemen Sumber Daya Manusia di PT Matahari Putra Prima Tbk (2004-2013). Saat ini, beliau juga menempati posisi sebagai Komisaris di PT Surya Cipta Investama (2014-sekarang) dan anggota Komite Nominasi dan Remunerasi PT Matahari Putra Prima Tbk (2015-sekarang).

 

Beliau memperoleh gelar Sarjana Agronomi dari Universitas Pembangunan Nasional, Surabaya pada tahun 1986 dan mengikuti Program Manajemen Widyawiyata di IPPM. Beliau adalah warga negara Indonesia, dan usia Beliau per tanggal 31 Desember 2020 adalah 58 tahun.

INDEPENDENSI ANGGOTA KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI

 

Komite Nominasi dan Remunerasi bertindak secara independen dalam melaksanakan tugasnya.

 

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI

 

Fungsi Nominasi

1.   Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai:

grey dot  Komposisi jabatan anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris;

grey dot  Kebijakan dan kriteria yang dibutuhkan dalam proses nominasi; dan

grey dot  Kebijakan evaluasi kinerja bagi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris;

2.    Membantu Dewan Komisaris melakukan penilaian kinerja anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris

berdasarkan tolok ukur yang telah disusun sebagai bahan evaluasi;

3.    Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai program pengembangan kemampuan

anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris; dan

4.    Mengusulkan calon yang memenuhi persyaratan menjadi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris

kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

 

Fungsi Remunerasi
1.     Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai:

grey dot  Struktur remunerasi;

grey dot  Kebijakan atas remunerasi; dan

grey dot  Besaran atas remunerasi.

2.     Membantu Dewan Komisaris melakukan penilaian kinerja dengan kesesuaian remunerasi

yang diterima masing-masing anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris.

 

DESKRIPSI KEGIATAN KOMITE NOMINASI  DAN REMUNERASI

 

Pada tahun 2020, Komite Nominasi dan Remunerasi telah melakukan beberapa kegiatan antara lain:

 

Fungsi Nominasi

Komite telah memberikan rekomendasi atas kajian- kajian kepada Dewan Komisaris Perseroan atas:

1.   Kebijakan evaluasi kinerja bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi;

2.   Kebijakan dan kriteria nominasi anggota Dewan Komisaris dan Direksi; dan

3.   Program pengembangan kemampuan anggota Dewan Komisaris dan Direksi.

 

Fungsi Remunerasi

Komite telah memberikan rekomendasi atas kajian- kajian kepada Dewan Komisaris Perseroan atas:
1.     Struktur remunerasi;

2.     Kebijakan remunerasi;

3.     Besaran remunerasi;

 

Dalam rangka membantu Dewan Komisaris Perseroan, Komite juga telah melakukan penilaian kinerja dengan kesesuaian remunerasi yang diterima oleh masing-masing anggota Dewan Komisaris dan Direksi.

KEBIJAKAN DAN PELAKSANAAN TENTANG FREKUENSI DAN TINGKAT KEHADIRAN RAPAT KOMITE  NOMINASI  DAN REMUNERASI

 

Komite Nominasi dan Remunerasi wajib menyelenggarakan rapat secara berkala paling kurang 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan. Rapat Komite dipimpin oleh Ketua Komite. Rapat Komite dapat dilaksanakan apabila dihadiri oleh:

1.   Ketua Komite; dan

2.   Mayoritas dari jumlah anggota Komite.

 

Keputusan rapat diambil berdasarkan musyawarah dan mufakat. Dalam hal tidak tercapai, maka pengambilan keputusan dilakukan dengan suara terbanyak. Setiap rapat harus dituangkan dalam risalah rapat yang harus ditandatangani oleh yang hadir dalam rapat tersebut, termasuk apabila terdapat perbedaan pendapat, dan wajib disampaikan secara tertulis kepada Dewan Komisaris.

PEDOMAN KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI

123